Telah dibaca 781 kali
Saat kita menyalakan PC pertama kali, chip BIOS akan melakukan checking terhadap seluruh hardware sebelum booting dilanjutkan untuk menjalankan operating system. Jika terdapat error atau kerusakan salah satu hardware, maka BIOS akan membunyikan kode beep (BIOS beep). Kode ini dihasilkan dari sebuah speaker kecil atau buzzer yang menancap di salah satu soket pada motherboard.
Kode berupa bunyi beep ini sebenarnya memiliki arti tertentu seperti kode morse. Banyak pengguna komputer awam tidak mengerti maksud kode ini. Nah, berikut ini saya sharing mengenai arti berbagai kode beep yang bisa bermanfaat untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan kerusakan hardware komputer kita. Saya juga berikan solusi praktis untuk mengatasinya jika masih memungkinkan. Solusi setiap problem berlaku untuk semua kode yang sama.
Kode beep ini berbeda antara chipset BIOS satu dengan yang lain. Untuk mengetahui chipset BIOS apa pada komputer kita, silahkan lihat notifikasi yang muncul pada pojok atas monitor saat melakukan booting pertamakali. Nama BIOSnya tampil di sana.
AMI-BIOS
- Beep 1x – RAM (memory) rusak atau tidak terpasang dengan benar. Solusinya, lepaskan RAM lalu bersihkan alur PCB pada kaki RAM menggunakan penghapus dan pasang kembali. Jika masalah berlanjut, coba cari pinjaman RAM yang sesuai sebelum membeli yang baru.
- Beep 2 x – RAM bermasalah (Memory Parity Error in first 64KB block)
- Beep 3 x – RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in first 64KB block)
- Beep 4 x – Motherboard bermasalah. Motherboard timer tidak berfungsi dan kemungkinan perlu diganti.
- Beep 5 x – Processor bermasalah. Perlu diganti.
- Beep 6 x – Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar. Cek soket keyboard yang menancap pada bagian belakang casing. Jika masalah berlanjut, gantilah keyboard. Soket keyboard dari jenis PS-2 lebih rawan rusak daripada jenis USB.
- Beep 7 x – Processor bermasalah (Processor Exception Interrupt Error), perlu diganti.
- Beep 8 x – Graphic card (VGA) rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot. Solusinya sama dengan masalah RAM di atas.
- Beep 9 x – BIOS/Motherboard bermasalah (ROM checksum Error ). Perlu mengganti chipset BIOS atau motherboard.
- Beep 10 x – Motherboard bermasalah (CMOS shutdown Read/Write error). Kemungkinan perlu penggantian motherboard.
- Beep 11 x – Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard. Biasanya kalau baterai tidak terpasang dengan benar, seringkali dayanya sudah habis. Solusinya belikan baterai CMOS yang baru.
Award-BIOS
- Beep 1x panjang terus menerus : RAM rusak, atau tidak terpasang dengan benar.
- Beep 1x panjang, 1x pendek : Ada masalah dengan RAM atau Motherboard
- Beep 1x panjang, 2x pendek : Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar
- Beep 1x panjang, 3x pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang dengan benar
- Beep 1x panjang, 9x pendek : Ada masalah dengan Bios / Bios rusak. Terus terang untuk kasus ini solusinya susah. Karena kita harus membelikan chipset BIOS baru yang spesifikasinya sama, dan itu sulit didapat. Beruntunglah jika Anda bisa mendapatkan chipset bekas kanibal.
Beep pendek tak terputus : Ada masalah dengan tegangan dari power supply unit (PSU). Jika komputer Anda mengalami masalah seperti ini, segera matikan komputer dan jangan mencoba menyalakan kembali karena beresiko kerusakan fisik (terbakarnya) komponen motherboard. Solusinya, belikan PSU yang baru.
Ada 2 kode beep utama untuk Award BIOS:
- 1x beep panjang dan 2x beep pendek – Video error, VGA bermasalah. Periksa posisi VGA card.
- 2x beep pendek – Non-Fatal Error. Periksa posisi RAM dan kondisi komponen yang lain.
Phoenix-BIOS
Kode beep Phoenix – Award BIOS berupa serangkaian bunyi beep yang dipisahkan oleh pause. Contohnya: beep — beep beep — beep — beep beep artinya 1-2-1-2
- Beep 1 – 1 – 4 – BIOS mengalami kerusakan.
- Beep 1 – 2 – 1 – Motherboard rusak.
- Beep 1 – 3 – 1 – Ram rusak atau tidak terpasang dengan benar.
- Beep 3 – 1 – 1 – Motherboard rusak
- Beep 3 – 3 – 4 – Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar.
- Beep 1 – 1 – 4 – 1 – Processor bermasalah (Cache Error)
- Beep 1 – 2 – 2 – 3 – Baterai CMOS minta diganti/BIOS bermasalah (BIOS ROM Checksum)
- Beep 1 – 3 – 1 – 1 – DRAM Refresh Test
- Beep 1 – 3 – 1 – 3 – Keyboard controller test
- Beep 1 – 3 – 4 – 1 – RAM bermasalah (RAM Failure on address line xxxx). Cek memory
- Beep 1 – 3 – 4 – 3 – RAM bermasalah (RAM Failure on data bits xxxx of low byte of memory bus)
- Beep 1 – 4 – 1 – 1 – RAM bermasalah (RAM Failure on data bits xxxx of high byte of memory bus)
- Beep 2 – 1 – 2 – 3 – ROM copyright notice
- Beep 2 – 2 – 3 – 1 – Test for unexpected interrupts
Semoga bermanfaat
.







Mas, tolong dibantuin dong..
Laptop saya windows nya tidak bisa jalan. sewaktu di hidupkan hanya bisa sampai “Starting Windows”..
Sewaktu baru beli, windows 7(64bit) sudah saya restore ke dvd..Yang ingin saya tanyakan, ” Bagaimana caranya saya me restore kembali windows nya dari dvd tersebut, dari beberapa buah artikel saya baca, ternyata windows bisa di restore di C, tapi saya sudah terlanjur me restorenya di dvd.. Mohon petunjuknya mas..
Terima kasih
Tampaknya ada kesalahan konsep masbro. Umumnya operating system windows tu di instal di drive C. Untuk partisi selain C, bisa D, E, atau D dan E umumnya digunakan untuk penyimpanan data. Jadi kalau windows error data kita tidak hilang.
Nah, kita bisa membuat CD/DVD restore system dari file system yang diinstal pada drive C tersebut. Bahkan, sebenarnya kita tidak perlu membuat CD/DVD restore, karena saat beli laptop harusnya sudah ada CD restorenya, dengan catatan saat membeli laptop bundling dengan windowsnya (sudah terinstal windows resmi). Kalau beli kosongan (tidak terinstal windows) memang tidak ada CD restorenya.
Tapi lepas dari masalah itu, kalau masbro memang punya CD/DVD restorenya, kerusakan windows umumnya bisa diperbaiki. Caranya:
1. Masukkan CD/DVD restore pada DVD rom
2. Masuk ke BIOS setup. Caranya macem2. Saat booting tekan Del, atau F2, atau F12, bergantung pabriknya. Ini bisa dilihat saat laptop booting pertama kali biasanya ada tulisan Press (tombol tertentu) to enter setup/BIOS gitu. Nah, kalau sudah masuk ke BIOS cari setting untuk first boot, pilihlah dari CD/DVD. Lalu save and exit. Restart laptop
3. Setelah muncul notifikasi booting dari CD/DVD, ikuti langkah selanjutnya untuk merestore windows, dan otomatis restore akan dikembalikan ke drive C.
Selamat mencoba
Wah, sangat membantu gan. Mumpung ada Save Page dulu gan. Hhehe
Nitip Link Gan : Leptop Gue